Kekeringan Melanda, Babinsa Dampingi Penyaluran Air Bersih untuk 120 KK di Belikurip

  • Bagikan
IMG 20260831 WA0122

WONOGIRI — Di tengah kondisi kekeringan yang mulai menyulitkan warga memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, bantuan air bersih disalurkan kepada masyarakat Desa Belikurip, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Senin (31/8/2026).

Penyaluran bantuan tersebut menyasar 120 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekurangan air bersih. Kegiatan mendapat pendampingan dari Babinsa Koramil 05/Baturetno Kodim 0728/Wonogiri, Koptu Agus Mudasir, bersama Camat Baturetno Hery Indrastiyono, perangkat desa, serta unsur terkait lainnya.

Bantuan itu menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi ketika sumber air mulai terbatas akibat kondisi kemarau.

Koptu Agus Mudasir mengatakan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut bukan sekadar mendampingi proses distribusi, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya.

“Babinsa akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam menghadapi kondisi kekeringan seperti saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan agar bantuan dapat diberikan secara tepat kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan dapat mengelola persediaan air yang diterima secara cermat mengingat kondisi kekeringan masih berlangsung.

Camat Baturetno Hery Indrastiyono menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan sinergi berbagai pihak dalam membantu warga Desa Belikurip. Menurutnya, distribusi air bersih tersebut diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

“Kami mengapresiasi kepedulian semua pihak yang telah membantu masyarakat terdampak kekurangan air bersih. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mengingatkan warga agar menggunakan air bantuan secara bijaksana. Penghematan dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air selama masa kekeringan belum berakhir.

Bagi masyarakat yang bergantung pada pasokan air bantuan, setiap distribusi memiliki arti penting. Air yang datang tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi penyangga bagi warga dalam menghadapi tekanan musim kering yang membatasi akses terhadap sumber air.

Kegiatan penyaluran berlangsung tertib dan lancar. Sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat diharapkan terus terpelihara sehingga persoalan kekurangan air bersih dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat sekaligus memperlihatkan peran aparat kewilayahan dalam merespons persoalan sosial secara langsung, terutama ketika kebutuhan dasar warga menghadapi tekanan akibat kondisi lingkungan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *