SRAGEN — Kepedulian terhadap kesehatan anak terus diperkuat di tingkat masyarakat. Di Dukuh Bogorame RT 05, Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Babinsa Koramil 15/Gemolong turun langsung mendata balita yang belum memperoleh vaksinasi sekaligus mengingatkan orang tua mengenai pentingnya imunisasi sejak usia dini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (31/8/2026) oleh Sertu Sriyatno bersama seorang anggota Babinsa. Kehadiran aparat kewilayahan itu tidak sekadar untuk melakukan pendataan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar pemenuhan imunisasi anak tidak terabaikan.
Dalam kunjungannya, Babinsa menggali informasi mengenai balita di wilayah binaan yang belum mendapatkan vaksinasi. Orang tua kemudian diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengikuti jadwal imunisasi yang telah dianjurkan oleh tenaga kesehatan.
Sertu Sriyatno mengimbau agar orang tua tidak menunda pemberian imunisasi apabila anak belum memperoleh vaksin sesuai jadwal. Menurutnya, imunisasi merupakan salah satu bentuk perlindungan kesehatan sejak dini yang dapat membantu membangun kekebalan tubuh anak terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.
“Kami mengajak para orang tua agar tidak menunda vaksinasi anak. Imunisasi merupakan bentuk perlindungan sejak dini agar balita memiliki daya tahan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” kata Sertu Sriyatno.
Menurut dia, pendataan sekaligus edukasi kepada masyarakat merupakan bagian dari kepedulian Babinsa terhadap kondisi kesehatan warga di wilayah binaannya. Pendekatan langsung kepada keluarga dinilai penting agar informasi mengenai imunisasi dapat diterima secara jelas dan tidak berhenti pada penyampaian imbauan semata.
Upaya tersebut juga diharapkan mampu mendorong orang tua untuk lebih aktif berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama apabila terdapat anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai tahapan usianya.
Sertu Sriyatno berharap kesadaran masyarakat terhadap imunisasi semakin meningkat. Ia menginginkan seluruh balita di wilayah binaan memperoleh vaksinasi sesuai anjuran dan jadwal pelayanan kesehatan.
“Kami berharap seluruh balita di wilayah binaan mendapatkan imunisasi secara lengkap. Dengan kepedulian bersama, kesehatan anak-anak dapat lebih terjaga dan risiko penyebaran penyakit menular bisa ditekan,” ujarnya.
Kegiatan Babinsa tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga kesehatan masyarakat tidak hanya berlangsung di fasilitas pelayanan kesehatan. Edukasi, pendataan, dan pendampingan yang dilakukan dari lingkungan tempat tinggal menjadi bagian penting untuk memastikan orang tua memahami kebutuhan kesehatan anak dan mengambil langkah yang tepat.
Dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk aparat kewilayahan dan tenaga kesehatan, perlindungan terhadap balita diharapkan dapat semakin kuat. Imunisasi pun bukan hanya dipandang sebagai agenda pelayanan kesehatan, melainkan sebagai investasi perlindungan kesehatan anak sejak awal kehidupannya.












