SURAKARTA — Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan dan prosedur penanganan, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang berada di garis terdepan ketika keadaan darurat terjadi.
Kesadaran tersebut menjadi dasar bagi Babinsa Joyotakan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serma Rumbawa, dalam memberikan pembinaan dan pelatihan fisik serta kebugaran kepada Kader Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA). Kegiatan berlangsung di Aula Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jumat (28/8/2026) mulai pukul 08.00 WIB.
Pelatihan dirancang untuk membangun kesiapan fisik sekaligus memperkuat disiplin para kader yang memiliki peran penting dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kelurahan Joyotakan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti serangkaian latihan yang diawali dengan pemanasan, kemudian dilanjutkan olahraga ringan, latihan kebugaran, serta aktivitas fisik lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing peserta.
Serma Rumbawa mengatakan, pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan para kader agar memiliki kemampuan fisik yang memadai ketika harus bergerak cepat dalam situasi kebencanaan.
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan, ketahanan fisik, kedisiplinan, serta kemampuan para kader dalam menghadapi berbagai kemungkinan terjadinya bencana di wilayah,” ujar Serma Rumbawa.
Menurutnya, kondisi fisik yang prima menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan tugas kebencanaan. Para kader dituntut mampu bergerak secara cepat, terukur, dan tetap tenang ketika harus membantu masyarakat dalam kondisi darurat.
Lebih dari sekadar latihan kebugaran, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesiapan kolektif. Kader DESTANA diharapkan memahami bahwa penanggulangan bencana merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan koordinasi erat antara masyarakat, pemerintah dan unsur keamanan.
Serma Rumbawa menegaskan pentingnya sinergi antara Kader DESTANA, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah kelurahan, serta unsur terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi sedini mungkin dan penanganannya dapat dilakukan secara efektif apabila bencana benar-benar terjadi.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan Kader DESTANA memiliki kondisi fisik yang prima, disiplin, dan tanggap dalam melaksanakan tugas kebencanaan. Mereka juga diharapkan mampu bersinergi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah kelurahan, serta unsur terkait dalam memberikan pelayanan dan membantu masyarakat saat terjadi bencana,” tegasnya.
Keberadaan Kader DESTANA menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat di tingkat kelurahan. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, para kader diharapkan tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian, kedisiplinan, dan kemampuan untuk mengambil peran ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat prinsip bahwa penanggulangan bencana tidak semata-mata dilakukan setelah bencana terjadi. Kesiapsiagaan, pencegahan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta koordinasi lintas unsur merupakan fondasi penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana di tingkat lokal.












