SRAGEN — Suasana religius dan kebersamaan mewarnai Pengajian Akbar Lapanan serta kegiatan Badan Otonom (Banom) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Plupuh yang digelar di Masjid Darussalam, Dukuh Mundungrejo RT 05, Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Kamis (27/8/2026).
Sekitar 300 jamaah menghadiri kegiatan tersebut. Selain menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, pengajian juga menjadi ruang silaturahmi antara ulama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, aparat kewilayahan, serta warga.
Dari unsur TNI, Serda Srianto, Babinsa Manyarejo Koramil 20/Plupuh, hadir mewakili Danramil 20/Plupuh. Kehadiran Babinsa tidak semata sebagai bagian dari pengamanan, tetapi juga mencerminkan kedekatan aparat teritorial dengan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat di wilayah binaannya.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Habib Muh. Syafi’i bin Idrus Alaydrus, Bhabinkamtibmas Bripka Agung, Kepala Desa Manyarejo Sumadi, Kyai Abdul Ghofur selaku Syuriah, Ust. Mubazir selaku Tanfidziyah, serta Ustazah Hanik Hamidah, S.Ag., Ketua Badqo LPQ/TPQ Kecamatan Plupuh.
Tausiyah disampaikan KH dr. Agus Budiharto, M.Ag. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk terus memperkuat rasa syukur, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, kehidupan yang tenteram tidak hanya dibangun melalui hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga melalui penguatan nilai spiritual dan keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia kemudian memanjatkan doa agar seluruh jamaah yang hadir memperoleh rahmat Allah SWT serta mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW.
“Semoga seluruh jamaah yang hadir pada acara hari ini mendapatkan rahmat dari Allah SWT dan mendapatkan syafaat dari Nabi Agung Muhammad SAW,” tuturnya.
Doa juga diarahkan bagi masyarakat Desa Manyarejo dan warga Nahdlatul Ulama secara luas agar senantiasa memperoleh ketenteraman, kesejahteraan, serta kehidupan yang penuh keberkahan.
“Semoga warga NU, khususnya warga Desa Manyarejo, diberi kehidupan yang tenteram, gemah ripah loh jinawi,” lanjutnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana pengajian berjalan tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan. Kehadiran Babinsa bersama Bhabinkamtibmas, tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian dari sinergi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Serda Srianto menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus upaya memperkuat komunikasi sosial dengan berbagai elemen masyarakat.
“Babinsa akan terus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam kegiatan keagamaan. Selain menjalin silaturahmi, kami juga ikut menjaga agar kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif,” ujarnya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ruang-ruang keagamaan memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial masyarakat. Kolaborasi antara tokoh agama, pemerintah desa, aparat keamanan, dan warga menjadi fondasi penting untuk menjaga kerukunan serta menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis di Desa Manyarejo dan wilayah Kecamatan Plupuh secara umum.












