WONOGIRI — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan kembali dilakukan di Kabupaten Wonogiri. Regu pemadam Kodim 0728/Wonogiri bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wonogiri bergerak cepat memadamkan kobaran api yang muncul di dua lokasi berbeda, yakni kawasan Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi, dan Perbukitan Bondokerep, Kelurahan Giriwono, Selasa (25/8/2026) sore.
Informasi mengenai kebakaran yang diterima petugas segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel ke lokasi. Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran untuk menemukan titik-titik api, dilanjutkan dengan pemadaman serta proses pendinginan pada area yang telah terbakar.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar terkendali sekaligus mencegah munculnya kembali bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat kedua lokasi berada di kawasan perbukitan dengan vegetasi yang relatif mudah terbakar, terutama pada musim kemarau.
Proses pemadaman tidak berlangsung tanpa kendala. Kontur wilayah yang berbukit membuat mobilitas personel dan peralatan menuju sejumlah titik api menjadi lebih menantang. Tim harus bekerja secara terkoordinasi agar penanganan dapat dilakukan secara efektif tanpa memberikan ruang bagi api untuk merambat ke kawasan hutan di sekitarnya.
Di tengah kondisi medan tersebut, sinergi antara personel Kodim 0728/Wonogiri dan Damkar Kabupaten Wonogiri menjadi faktor penting dalam pengendalian kebakaran. Petugas tidak hanya berfokus pada pemadaman kobaran api, tetapi juga melakukan pendinginan secara menyeluruh pada area terdampak.
Personel Kodim 0728/Wonogiri, Serka Sukarni, yang berada di lokasi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan situasi di kawasan Gunung Pegat maupun Perbukitan Bondokerep tetap aman.

“Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan Damkar Kabupaten Wonogiri. Setelah api berhasil dipadamkan, personel tetap melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” ujarnya.
Pemantauan pascapemadaman menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Bara yang masih tersisa di antara rerumputan, semak maupun material kering dapat kembali menyala apabila tidak dilakukan pendinginan secara optimal.
Kebakaran di kawasan perbukitan juga memiliki potensi meluas apabila tidak segera dikendalikan. Terlebih, kondisi cuaca yang cenderung kering serta keberadaan vegetasi yang mudah terbakar dapat mempercepat penjalaran api dari satu titik ke titik lainnya.
Karena itu, masyarakat di sekitar kawasan rawan kebakaran diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap atau titik api di kawasan hutan dan lahan.
Penanganan kebakaran hutan dan lahan pada akhirnya tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam. Kolaborasi antara TNI, Damkar, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas dan menjaga kawasan hutan tetap aman.
Dengan koordinasi yang cepat dan respons bersama di lapangan, potensi kerugian akibat kebakaran dapat ditekan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Wonogiri.












