Sinergi TNI dan Warga Gondanglegi, Pembangunan Talud Perkuat Ketahanan Infrastruktur Desa

  • Bagikan
IMG 20260825 WA0053

Sinergi TNI dan Warga Gondanglegi, BOYOLALI — Semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam pembangunan di tingkat desa. Hal itu terlihat dalam kerja bakti pembuatan talud yang melibatkan Babinsa Gondanglegi Koramil 14/Klego Kodim 0724/Boyolali, Serma Chabib, bersama warga di Dukuh Mijil RT 02/RW 01, Desa Gondanglegi, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga sekaligus memperkuat infrastruktur lingkungan. Pembangunan talud dilakukan sebagai langkah untuk memperkokoh badan jalan serta mengurangi risiko erosi dan longsor yang berpotensi terjadi, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Sejak kegiatan dimulai, Serma Chabib bersama warga terlibat langsung dalam proses pengerjaan. Mereka bahu-membahu mengangkut material, menata batu, hingga memasang konstruksi talud. Aktivitas tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan, dengan warga saling membantu menyelesaikan pekerjaan secara bertahap.

Babinsa Serma Chabib mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kerja bakti seperti ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat. Dengan gotong royong, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan dan cepat diselesaikan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Babinsa di wilayah binaan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban. Babinsa juga memiliki peran dalam mendorong partisipasi masyarakat serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan memiliki daya dukung infrastruktur yang baik.

Pembangunan talud di Dukuh Mijil menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan. Struktur talud yang kokoh diharapkan dapat membantu mempertahankan badan jalan dari gerusan air, sekaligus memberikan perlindungan terhadap lingkungan sekitar ketika menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Bagi masyarakat, keterlibatan Babinsa dalam kerja bakti juga memberikan dorongan tersendiri untuk mempertahankan budaya gotong royong. Pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama bukan hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi turut memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Melalui kegiatan tersebut, talud yang dibangun diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Gondanglegi, khususnya dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan akses jalan di lingkungan Dukuh Mijil.

Kerja bakti itu sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak selalu bergantung pada pekerjaan formal pemerintah. Ketika masyarakat, aparat kewilayahan, dan berbagai unsur desa bergerak bersama, kebutuhan dasar di lingkungan dapat ditangani secara lebih cepat sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, gotong royong di Desa Gondanglegi tidak hanya menjadi tradisi sosial, tetapi juga menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang lebih tangguh, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *