Cegah Konflik dan Provokasi, Kapolres Bojonegoro Perkuat Kemitraan dengan Perguruan Silat

  • Bagikan
IMG 20260825 WA0013

BOJONEGORO – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat bertumpu pada aparat penegak hukum semata. Di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi fondasi penting untuk memastikan ruang publik tetap aman, damai, dan kondusif.

Semangat itulah yang dibawa Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty saat melakukan silaturahmi dengan tiga perguruan pencak silat di Kabupaten Bojonegoro, Senin (24/8/2026). Kunjungan tersebut menyasar Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI) Kera Sakti, Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW), serta Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa.

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di balik silaturahmi itu terdapat pesan yang lebih luas, yakni memperkuat komunikasi antarelemen masyarakat sekaligus membangun kesamaan langkah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polres Bojonegoro.

Rangkaian kunjungan diawali di Sekretariat IKS PI Kera Sakti Cabang Bojonegoro, Desa Bogo, Kecamatan Dander. Kapolres bersama rombongan diterima Ketua IKS PI Kera Sakti Cabang Bojonegoro Arief Nanang Sugianto beserta jajaran pengurus.

Dalam suasana yang berlangsung hangat, kedua pihak membahas pentingnya menjaga persaudaraan serta memperkuat koordinasi sebagai bagian dari upaya mencegah potensi gesekan sosial yang dapat mengganggu stabilitas keamanan daerah.

Dari Dander, rombongan kemudian bergerak menuju Sekretariat PSHW Cabang Bojonegoro di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas. Kedatangan Kapolres disambut Ketua PSHW Cabang Bojonegoro Sasmito Anggoro.

Kunjungan terakhir dilakukan di Sekretariat PSNU Pagar Nusa Cabang Bojonegoro, Dusun Bahoro, Desa Sumberharjo, Kecamatan Sumberrejo. Di tempat tersebut, Kapolres diterima Ketua PSNU Pagar Nusa Cabang Bojonegoro Bisri Choiron.

Dalam setiap pertemuan, AKBP Yenni Diarty menekankan bahwa terciptanya keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Perguruan pencak silat, dengan basis anggota dan jejaring sosial yang luas, dinilai memiliki posisi strategis dalam membantu kepolisian menjaga stabilitas di tengah masyarakat.

“Mari menjaga kerukunan antarperguruan silat di wilayah Bojonegoro demi terwujudnya Harkamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar AKBP Yenni Diarty kepada wartawan di sela kegiatan.

Menurut Kapolres, komunikasi yang terbuka dan sinergi yang berkelanjutan merupakan modal penting untuk mencegah kesalahpahaman berkembang menjadi konflik. Karena itu, hubungan antara kepolisian dan organisasi pencak silat perlu dibangun bukan hanya ketika muncul persoalan, tetapi melalui komunikasi yang berlangsung secara konsisten.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memperkenalkan peran Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) sebagai wadah pemersatu berbagai organisasi pencak silat di wilayah Bojonegoro.

BKP tidak hanya ditempatkan sebagai forum komunikasi, tetapi juga sebagai ruang koordinasi dan penyelesaian persoalan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Wadah tersebut telah dibentuk hingga tingkat Polsek sehingga diharapkan mampu memperpendek jalur komunikasi antara perguruan pencak silat, masyarakat, dan kepolisian.

Keberadaan BKP diharapkan semakin memperkuat posisi perguruan pencak silat sebagai mitra strategis Polri. Dengan komunikasi yang terbangun hingga tingkat kewilayahan, berbagai persoalan dapat dideteksi dan diselesaikan lebih awal sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.

Selain persoalan keamanan secara langsung, AKBP Yenni Diarty turut mengingatkan para pengurus perguruan silat mengenai tantangan lain yang semakin nyata, yakni derasnya arus informasi melalui media sosial.

Kapolres meminta pengurus dan anggota perguruan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya, menurutnya, dapat menjadi pemicu kesalahpahaman bahkan konflik apabila disikapi secara emosional.

Karena itu, sikap kritis, kehati-hatian, serta kebiasaan melakukan verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Pesan yang disampaikan Kapolres mendapat respons positif dari tiga perguruan silat yang dikunjungi.

Ketua IKS PI Kera Sakti Cabang Bojonegoro Arief Nanang Sugianto, Ketua PSHW Cabang Bojonegoro Sasmito Anggoro, dan Ketua PSNU Pagar Nusa Cabang Bojonegoro Bisri Choiron menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres beserta jajaran.

Ketiganya menyatakan komitmen untuk terus membangun sinergi dengan Polres Bojonegoro, menjaga persaudaraan antarperguruan, serta turut menciptakan suasana keamanan yang aman dan kondusif di Kabupaten Bojonegoro.

Sebagai simbol hubungan kemitraan tersebut, para ketua perguruan menyerahkan cinderamata kepada Kapolres Bojonegoro.

Silaturahmi tersebut pada akhirnya menegaskan satu pesan: perbedaan organisasi dan perguruan tidak semestinya menjadi sekat dalam membangun persaudaraan. Justru melalui komunikasi, penghormatan, dan komitmen bersama, kekuatan berbagai elemen masyarakat dapat diarahkan untuk menjaga Bojonegoro tetap aman, damai, dan kondusif.

Bagi kepolisian, pendekatan semacam ini menjadi bagian dari upaya membangun keamanan yang tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan, komunikasi, dan kemitraan dengan masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *