Peringati Hari Jadi Polwan ke-78, Polres Bojonegoro Perkuat Kedekatan dengan Pelajar

  • Bagikan
IMG 20260824 WA0105

BOJONEGORO – Upaya membangun kedekatan antara Kepolisian dan generasi muda terus dilakukan Polres Bojonegoro. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-78 Tahun 2026, jajaran Polres Bojonegoro menggelar kegiatan Polwan Goes To School di SMPN 5 Bojonegoro, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Bojonegoro, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, bersama jajaran Polwan Polres Bojonegoro. Kehadiran mereka disambut Kepala SMPN 5 Bojonegoro A.H. Moestofa, para guru, serta seluruh siswa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera. Dalam kesempatan tersebut, AKBP Yenni Diarty bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Bojonegoro itu tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Polwan, tetapi juga menjadi ruang dialog antara Kepolisian dan pelajar.

Di hadapan para siswa, Kapolres mengajak generasi muda memahami pentingnya disiplin, menjaga keamanan dan ketertiban, serta membangun perilaku positif sejak bangku sekolah. Edukasi tersebut juga mencakup keselamatan berlalu lintas, pencegahan bullying, kenakalan remaja, hingga pengenalan layanan Kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Usai upacara, suasana berlangsung lebih cair. Para siswa tampak antusias berinteraksi langsung dengan AKBP Yenni Diarty dan para Polwan. Sejumlah siswa bahkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama.

Momen itu menjadi gambaran sederhana tentang upaya Kepolisian membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda. Sosok polisi tidak hanya ditempatkan sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang dapat hadir untuk memberikan perlindungan, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

AKBP Yenni Diarty mengapresiasi pihak sekolah yang telah memberikan ruang bagi Polres Bojonegoro untuk berinteraksi secara langsung dengan para siswa.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Sekolah, para guru serta seluruh keluarga besar SMPN 5 Bojonegoro yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada kami,” ujar AKBP Yenni Diarty.

Menurutnya, Polwan Goes To School memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda seremonial. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran kepada pelajar mengenai pentingnya menjaga diri, membangun kedisiplinan, serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada adik-adik pelajar tentang pentingnya menjaga diri, disiplin, tertib berlalu lintas, mencegah bullying maupun kenakalan remaja, serta mengetahui layanan Kepolisian melalui Call Center 110,” jelasnya.

Kapolres juga mengingatkan bahwa masa sekolah merupakan fase penting dalam pembentukan karakter. Menurut dia, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan para pelajar untuk memperluas pengetahuan, mengembangkan potensi, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Adik-adik adalah generasi penerus bangsa. Manfaatkan masa sekolah untuk belajar, berprestasi dan membangun karakter yang baik. Jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun melakukan tindakan yang dapat merugikan masa depan,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda yang semakin beragam. Lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi, hingga berbagai bentuk perilaku menyimpang dapat memengaruhi proses tumbuh kembang pelajar apabila tidak disikapi dengan bijaksana.

Karena itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat dan Kepolisian dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat bagi anak-anak.

Kepala SMPN 5 Bojonegoro A.H. Moestofa menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Kapolres Bojonegoro bersama jajaran Polwan memberikan pengalaman sekaligus edukasi yang berharga bagi para siswa.

Menurutnya, para pelajar tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kedisiplinan dan keselamatan berlalu lintas, tetapi juga mendapatkan wawasan tentang pentingnya mencegah bullying, menjauhi kenakalan remaja, serta membangun hubungan yang konstruktif dengan Kepolisian.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman dan edukasi yang positif bagi para siswa,” kata A.H. Moestofa.

Ia berharap interaksi langsung antara polisi dan pelajar dapat terus dibangun sehingga tercipta hubungan yang lebih terbuka dan saling percaya. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang mampu membentuk generasi muda berkarakter, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Melalui Polwan Goes To School, peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 di Bojonegoro pun memperoleh makna yang lebih substantif: menghadirkan Kepolisian lebih dekat dengan generasi muda, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama.

Bagi para siswa SMPN 5 Bojonegoro, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda upacara dan sesi foto bersama. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenal sosok polisi secara lebih dekat dan menerima pesan bahwa masa depan mereka sangat ditentukan oleh pilihan, kedisiplinan, serta karakter yang dibangun sejak sekarang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *