Musim Kemarau, Babinsa Musuk Ingatkan Pengusaha Rosok Waspada Ancaman Kebakaran

  • Bagikan
IMG 20260823 WA0061

BOYOLALI — Memasuki puncak musim kemarau, risiko kebakaran di lingkungan permukiman maupun kawasan usaha kembali menjadi perhatian. Kondisi udara yang kering serta meningkatnya keberadaan material mudah terbakar membuat kewaspadaan perlu diperkuat, terutama pada tempat usaha yang menyimpan barang bekas dalam jumlah besar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Babinsa Koramil 02/Musuk Kodim 0724/Boyolali, Peltu Suryo, saat melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan Wahyu, salah seorang pelaku usaha pengepul barang bekas atau rosok di Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Sabtu (22/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Peltu Suryo mengingatkan agar pengusaha rosok tidak mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan lingkungan. Menurutnya, tempat pengepul barang bekas memiliki tingkat kerawanan tersendiri karena umumnya menyimpan berbagai material yang mudah terbakar, seperti plastik, kardus, kertas, serta bahan bekas lainnya.

“Memasuki musim kemarau, kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah membesar dan menjalar. Untuk itu, kami mengajak para pelaku usaha pengepul rosok agar selalu waspada dan mengutamakan faktor keamanan,” ujar Peltu Suryo.

Ia menekankan bahwa potensi kebakaran tidak hanya berasal dari aktivitas yang menggunakan api secara langsung, tetapi juga dapat dipicu oleh kelalaian kecil yang kemudian berkembang menjadi musibah besar. Karena itu, setiap sumber api di sekitar lokasi usaha harus mendapatkan pengawasan secara serius.

Termasuk ketika melakukan pembakaran sampah, Peltu Suryo meminta agar pelaku usaha memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

“Jangan meninggalkan api dalam kondisi masih menyala. Pastikan api benar-benar mati dan tidak ada bara yang tersisa, karena sedikit kelalaian bisa menimbulkan kebakaran yang merugikan,” tegasnya.

Peringatan tersebut juga disampaikan menyusul terjadinya kebakaran gudang kardus di wilayah Senting pada malam sebelumnya yang diduga dipicu korsleting listrik. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan kerugian besar apabila tidak dilakukan langkah pencegahan sejak awal.

Selain kewaspadaan terhadap penggunaan api, Peltu Suryo mendorong para pelaku usaha untuk memeriksa instalasi kelistrikan secara berkala. Kabel, sambungan listrik, maupun peralatan yang telah mengalami kerusakan sebaiknya segera diperbaiki atau diganti untuk mengurangi risiko korsleting.

Penataan material rosok juga perlu diperhatikan. Barang-barang yang mudah terbakar hendaknya tidak ditempatkan terlalu dekat dengan sumber panas, instalasi listrik, maupun aktivitas lain yang berpotensi memunculkan percikan api.

Melalui kegiatan Komsos tersebut, Babinsa berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kebakaran semakin meningkat. Upaya sederhana seperti mengawasi sumber api, memastikan bara benar-benar padam, memeriksa instalasi listrik dan menjaga lingkungan usaha tetap tertata dinilai dapat menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran.

Bagi Peltu Suryo, pencegahan bukan semata-mata persoalan menjaga aset usaha, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama untuk melindungi keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar, khususnya ketika musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *