Bojonegoro – Palang Merah Indonesia Kabupaten Bojonegoro memperingati Hari Ulang Tahun ke-163 dengan nuansa penuh kebersamaan dan semangat kemanusiaan melalui kegiatan jalan santai yang dipusatkan di kawasan Mas Tumapel, Minggu pagi (24/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat solidaritas sosial yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, relawan kemanusiaan, hingga jajaran pemerintah daerah.
Sejak pagi hari, kawasan Mas Tumapel dipadati ratusan peserta yang datang dengan antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Atmosfer hangat dan penuh keakraban tampak menyelimuti acara ketika para peserta berjalan bersama sebagai representasi nyata semangat gotong royong serta kepedulian terhadap sesama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua TP PKK Cantika Wahono, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah, pengurus PMI, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono memberikan apresiasi atas dedikasi PMI yang selama ini terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang sosial, usia, maupun golongan.
Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh anggota PMI, kepada ketua beserta seluruh jajaran atas kontribusinya dalam bergerak untuk kemanusiaan tanpa membedakan kelas sosial maupun usia dalam rangka membantu sesama,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa keberadaan PMI tidak hanya penting dalam penanganan bencana dan aksi sosial, namun juga menjadi pilar yang menjaga nilai solidaritas di tengah kehidupan masyarakat modern yang terus berkembang dinamis.
Lebih lanjut, Bupati mengajak masyarakat Bojonegoro untuk terus menumbuhkan budaya saling peduli dan memperkuat semangat kebersamaan demi menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, inklusif, serta saling mendukung satu sama lain.
Peringatan HUT PMI ke-163 tahun ini tidak sekadar menjadi agenda olahraga dan hiburan masyarakat, melainkan juga momentum reflektif untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna seperti jalan santai, pesan tentang pentingnya solidaritas sosial berhasil tersampaikan secara nyata kepada masyarakat luas.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan tingginya partisipasi masyarakat yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam satu ruang kebersamaan menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan masih tumbuh kuat di Kabupaten Bojonegoro.
Momentum tersebut sekaligus menegaskan bahwa PMI bukan hanya organisasi kemanusiaan, tetapi juga simbol pengabdian dan persatuan yang terus hidup bersama denyut kehidupan masyarakat.












