Sampah Menumpuk di Jembatan Tinawas, Koramil Nogosari Ajak Warga Peduli Lingkungan

  • Bagikan
IMG 20261003 WA0134

BOYOLALI – Tumpukan sampah di sekitar Jembatan Dukuh Tinawas, Desa Rembun, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, mendapat perhatian jajaran TNI. Enam anggota Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali bersama unsur pemerintah dan masyarakat turun langsung membersihkan kawasan tersebut, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan kerja bakti dipimpin Bati Bhakti TNI Koramil 13/Nogosari, Peltu Joko Wibowo, dengan melibatkan Forkopimcam Nogosari, BPP, PL KB, serta Pemerintah Desa Rembun. Mereka bergotong royong mengangkat dan membersihkan sampah yang menumpuk di sekitar jembatan.

Pembersihan dilakukan tidak sekadar untuk memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat agar tidak menjadikan kawasan jembatan maupun bantaran sungai sebagai lokasi pembuangan sampah.

Peltu Joko Wibowo menegaskan, persoalan sampah membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama di sekitar sungai dan jembatan, dapat menimbulkan persoalan yang lebih besar ketika volume air meningkat.

“Jangan membuang sampah sembarangan, terlebih di sekitar sungai maupun jembatan. Sampah yang menumpuk selain mengganggu pemandangan juga dapat menyumbat aliran air dan menjadi sumber penyakit,” ujarnya.

Menurutnya, memasuki musim penghujan, keberadaan sampah di sekitar aliran air harus menjadi perhatian serius. Sampah yang terbawa arus berpotensi menyumbat saluran, menghambat aliran air, serta meningkatkan risiko munculnya genangan di lingkungan permukiman.

Karena itu, masyarakat sekitar Jembatan Tinawas diimbau membangun kebiasaan menjaga kebersihan secara berkelanjutan. Warga diminta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak kembali menjadikan area jembatan sebagai tempat pembuangan sampah.

“Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat. Ini tanggung jawab kita bersama. Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga akan merasa lebih nyaman dan sehat,” pungkasnya.

Kerja bakti tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan pembersihan sesaat. Kesadaran untuk mengurangi dan membuang sampah pada tempatnya menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan tetap sehat, terutama di kawasan yang berdekatan dengan jalur aliran air.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *