SRAGEN – Semangat gotong royong tidak selalu ditunjukkan melalui pekerjaan besar. Di tengah terik matahari dan debu material bangunan, Serka Heriyanto, Babinsa Koramil 18/Kalijambe, justru memilih turun langsung membantu warga membangun talud di Dukuh Jerukmanis RT 12, Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Selasa (6/10/2026).
Dengan tangan memegang angkong, Serka Heriyanto terlihat mendorong material bangunan menuju lokasi pembangunan. Bersama dua anggota Koramil 18/Kalijambe dan masyarakat setempat, ia terlibat langsung dalam kegiatan karya bakti yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
Kehadiran Babinsa tidak sekadar menjalankan fungsi pendampingan di wilayah binaan. Sejumlah pekerjaan fisik turut dikerjakan bersama warga, mulai dari mengangkut material hingga membantu proses pembangunan talud.
Keterlibatan tersebut membuat pekerjaan berlangsung lebih ringan sekaligus memperkuat suasana kebersamaan antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu warga. Kalau pekerjaan bisa dikerjakan bersama, tentu akan lebih ringan dan cepat selesai. Yang terpenting kebersamaan dan semangat gotong royong tetap terjaga,” ujar Serka Heriyanto.
Pembangunan talud dilakukan sebagai bagian dari upaya masyarakat memperkuat struktur tanah sekaligus mengantisipasi erosi dan kerusakan lingkungan. Keberadaan talud diharapkan mampu memberikan perlindungan terhadap kondisi tanah, terutama saat wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Bagi Babinsa, karya bakti memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menyelesaikan pekerjaan pembangunan. Kegiatan semacam itu menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memahami kondisi dan kebutuhan warga secara langsung.
Wardi (46), warga Desa Wonorejo, menyambut positif keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran anggota TNI memberikan tambahan tenaga sekaligus membangkitkan semangat warga untuk menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama.
“Dengan dibantu Babinsa, pekerjaan terasa lebih ringan. Kami juga semakin semangat karena dikerjakan bersama-sama,” kata Wardi.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kekuatan gotong royong tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Ketika aparat dan warga bekerja dalam satu barisan, pekerjaan yang berat dapat diselesaikan dengan lebih cepat, sekaligus mempererat hubungan sosial di tingkat desa.












