Sragen — Upaya menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat pedesaan menunjukkan perkembangan nyata. Program pembangunan sumur bor dalam kegiatan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen kini memasuki fase krusial, ditandai dengan mulai mengalirnya air bersih yang siap dimanfaatkan warga, Jumat (1/5/2026).
Setelah melalui tahapan pengeboran yang intensif dan uji kelayakan sumber air, fasilitas ini tidak hanya menjadi simbol percepatan pembangunan infrastruktur dasar, tetapi juga jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini bergantung pada sumber air terbatas, terutama saat musim kemarau.
Bagi warga sekitar, kehadiran sumur bor tersebut membawa perubahan signifikan. Akses terhadap air bersih yang sebelumnya harus ditempuh dengan jarak cukup jauh kini dapat diperoleh lebih mudah, efisien, dan layak secara sanitasi. Kondisi ini diproyeksikan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Di lapangan, personel Satuan Tugas TMMD bersama masyarakat terus mempercepat penyelesaian pekerjaan lanjutan. Fokus saat ini diarahkan pada pemasangan tandon air serta pembangunan rumah pelindung sumur, sebagai bagian penting dari sistem distribusi dan pengamanan fasilitas.
Komandan SST TMMD Reguler ke-128, Letda Arh Rachmad Jelang Abrianto, S.Tr. (Han), menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur pendukung menjadi faktor penentu keberlanjutan pemanfaatan sumur bor tersebut.
Air sudah dapat dimanfaatkan. Tahap berikutnya adalah memastikan distribusi berjalan optimal melalui pemasangan tandon, sekaligus melindungi instalasi sumur agar tetap aman dan berfungsi dalam jangka panjang,” ujarnya.
Respons positif datang dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat awal dari proyek tersebut. Antusiasme warga tercermin dari keterlibatan aktif dalam proses pengerjaan, sekaligus harapan besar terhadap keberlanjutan program serupa di wilayah lain yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.
Program TMMD Reguler ke-128 kembali menegaskan peran sinergis antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis kebutuhan riil. Lebih dari sekadar proyek fisik, inisiatif ini menjadi bagian dari upaya sistematis dalam memperkuat ketahanan sosial, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka akses yang lebih merata terhadap sumber daya dasar di wilayah pedesaan.












