SURABAYA — Kontingen Taekwondo Kodim 0813 Bojonegoro menorehkan prestasi membanggakan dalam Open Tournament Taekwondo Piala Panglima TNI 2026 yang digelar di GOR Futsal International Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Dari 20 atlet yang dikirim, seluruhnya berhasil membawa pulang medali setelah bersaing dalam kejuaraan tingkat nasional yang berlangsung selama tiga hari, 18–20 September 2026.
Kejuaraan tersebut diikuti sekitar 870 atlet taekwondo dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang berskala nasional Grade B itu diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), dengan mengusung tema “Prestasi Olahraga TNI, Prestasi Olahraga Indonesia.” Kejuaraan secara resmi dibuka oleh Inspektur Kodam (Irdam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Muhammad Aidi, S.I.P., M.Si.
Di tengah persaingan ketat antaratlet dari berbagai kontingen, para atlet Kodim 0813 Bojonegoro tampil konsisten di kelas masing-masing. Mereka mengakhiri kompetisi dengan torehan lima medali emas, lima medali perak, dan sepuluh medali perunggu, sekaligus memastikan seluruh anggota kontingen pulang membawa medali.
Pada kategori Kelas Prestasi, delapan atlet Kodim 0813 Bojonegoro berhasil menyumbangkan dua medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Medali emas diraih M. Ghaisan Dhiyya Addien pada nomor Kyorugi Junior U-45 Kg dan Aulia Masita Ramawati pada Kyorugi Cadet U-51 Kg.
Tiga medali perak pada kategori tersebut dipersembahkan Kevino Rafka Andika Pratama melalui Kyorugi Junior U-78 Kg, Aqillah Raisya Safitri pada Kyorugi Junior U-42 Kg, serta M. Hisyam Robani Ananta pada Kyorugi Cadet U-49 Kg. Sementara medali perunggu diraih Talitha Neysa Alfreda Ramadhani pada Kyorugi Senior U-53 Kg, Harmoni Cinta Bunga Kejora pada Kyorugi Junior U-44 Kg, dan Alvaro Satria Putra Lukmana pada Kyorugi Cadet U-33 Kg.
Perolehan medali berlanjut dari kategori Kelas Semi Prestasi. Sebanyak 12 atlet yang turun dalam kategori ini berhasil mempersembahkan tiga medali emas, dua perak, dan tujuh perunggu.
Tiga medali emas diraih Fadhel Muhammad Akbar pada Kyorugi Junior U-63 Kg, Aliya Nadira Habibah pada Kyorugi Pra Kadet C U-30 Kg, serta Kenzio Nanda Danurawan pada Kyorugi Pra Kadet C U-48 Kg.
Dua medali perak disumbangkan Aliya Dinda Putri Musthafa pada Kyorugi Cadet U-55 Kg dan Rachel Widiya Lazulfa pada Kyorugi Cadet U-47 Kg. Sementara tujuh medali perunggu masing-masing diraih M. A Ang Fahreza Eka Saputra pada Kyorugi Junior U-48 Kg, Moch. Adil Izzuddin pada Kyorugi Junior U-55 Kg, Alia Maryam Ghadafi pada Kyorugi Cadet Over 59 Kg, Widia Revalina Maulida pada Kyorugi Cadet U-55 Kg, Azhaire El Khayr Gatrapraja pada Kyorugi Cadet U-41 Kg, Naraya Kinanthi Triputri Kusnandar pada Kyorugi Pra Kadet B U-24 Kg, serta Queenada Aretha Setyawan pada nomor Poomsae Individual Putri Taeguk 5.
Ketua Kontingen Kodim 0813 Bojonegoro, Kapten Kav Sarlan, mengatakan 20 atlet tersebut berasal dari sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro, mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA. Menurutnya, capaian seluruh atlet yang berhasil membawa pulang medali menjadi hasil yang patut diapresiasi sekaligus menunjukkan perkembangan pembinaan olahraga di lingkungan Kodim 0813 Bojonegoro.
“Raihan prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di lingkungan Kodim 0813 Bojonegoro berjalan efektif dan mampu melahirkan atlet-atlet yang berdaya saing tinggi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga siap menuju level internasional,” ujar Kapten Kav Sarlan.
Ia menegaskan, torehan medali tersebut tidak boleh membuat para atlet cepat berpuas diri. Konsistensi latihan, kedisiplinan, serta keberanian menghadapi persaingan harus terus dipelihara agar prestasi yang telah diraih dapat menjadi pijakan menuju kompetisi yang lebih tinggi.
“Kami berharap para atlet terus menjaga semangat juang dan konsistensi latihan untuk terus mengharumkan nama Kabupaten Bojonegoro serta Indonesia di kancah yang lebih luas,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto. Ia memberikan penghargaan atas perjuangan para atlet yang telah membawa nama Kabupaten Bojonegoro dalam ajang olahraga tingkat nasional tersebut.
Menurut Dedy, prestasi yang diraih para atlet merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras, disiplin, dedikasi, dan konsistensi latihan. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kesempatan berprestasi dapat dibangun melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kemauan untuk terus berkembang.
“Prestasi yang diraih para atlet taekwondo ini tidak hanya mengharumkan nama Bojonegoro, tetapi juga menunjukkan bahwa kerja keras dan latihan yang konsisten akan selalu membuahkan hasil,” ujar Dedy, Senin (21/9/2026).
Ia juga mengajak generasi muda di Kabupaten Bojonegoro menjadikan pencapaian para atlet tersebut sebagai dorongan untuk berani menetapkan cita-cita dan menjalani proses dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui tahapan panjang yang membutuhkan kedisiplinan dan ketekunan.
“Prestasi besar selalu dimulai dari langkah kecil. Jangan pernah takut untuk bermimpi, dan berusaha mewujudkan mimpi tersebut dengan disiplin, dedikasi dan semangat pantang menyerah, sehingga bisa mencapai apa pun yang kalian cita-citakan,” pesannya.
Raihan 20 medali di Surabaya menjadi catatan penting bagi kontingen Taekwondo Kodim 0813 Bojonegoro. Capaian tersebut tidak hanya memperlihatkan kemampuan para atlet muda dalam menghadapi kompetisi nasional, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga yang diarahkan untuk melahirkan talenta-talenta baru dari Kabupaten Bojonegoro.
Bagi para atlet, medali yang dibawa pulang dari Piala Panglima TNI 2026 bukanlah garis akhir. Torehan tersebut menjadi modal sekaligus tantangan untuk mempertahankan disiplin, meningkatkan kemampuan, dan membuka peluang meraih prestasi pada level kompetisi yang lebih tinggi.












