Ketahanan Pangan Bojonegoro Diakui, Setyo Wahono Raih Radar Bojonegoro Award 2026

  • Bagikan
5JBlOWwd2MSz7R24

BOJONEGORO — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat ketahanan pangan lokal mendapat pengakuan melalui Jawa Pos Radar Bojonegoro Award 2026. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menerima penghargaan kategori The Inspiring Food Security Pioneer atas kebijakan dan inovasi yang dinilai mendorong penguatan sektor pangan secara berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Malam Anugerah Jawa Pos Radar Bojonegoro Award 2026 yang berlangsung di Andrawina Ballroom, Aston Bojonegoro Hotel, Kamis (17/9/2026). Karena berhalangan hadir, penghargaan untuk Bupati Setyo Wahono diwakili dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah.

Malam penganugerahan tahun ini mengusung tema “Transformasi, Berkolaborasi, dan Menebar Inspirasi”. Tema tersebut menjadi refleksi atas berbagai langkah perubahan yang dilakukan tokoh, lembaga, maupun pelaku pembangunan di daerah dalam menjawab tantangan masyarakat.

Penghargaan bagi Bupati Setyo Wahono diserahkan oleh Direktur Jawa Pos Radar Group Marsudi Wahid kepada Wakil Bupati Nurul Azizah. Dalam kesempatan tersebut, Nurul menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Terima kasih atas penghargaannya. Penghargaan ini sebagai pacuan bahwa kinerja kita ada orang lain yang menilai,” ujar Nurul Azizah mewakili Bupati Setyo Wahono.

Menurut Nurul, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa capaian pembangunan harus terus diikuti dengan peningkatan kinerja dan tanggung jawab kepada masyarakat. Ia menegaskan, Bupati Setyo Wahono selama ini memberikan arahan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) agar pengelolaan keuangan daerah diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Prioritas tersebut antara lain mencakup pertanian dan kesehatan, serta lima agenda tematik pembangunan, yakni penurunan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), peningkatan konektivitas wilayah, serta penanganan kebencanaan.

Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama pasangan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah. Kebijakan tersebut tidak semata diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga menjawab persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari ketersediaan pupuk dan air, harga hasil panen, serangan hama, hingga kebutuhan bibit.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kemudian menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Orientasi kebijakan tersebut diarahkan untuk membangun ketahanan pangan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani sebagai bagian penting dari rantai produksi pangan daerah.

Dari sisi produksi, capaian yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menunjukkan adanya peningkatan. Pada triwulan pertama 2026, produksi disebut meningkat dari sekitar 710 ribu ton menjadi 886 ribu ton. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang melandasi perhatian terhadap penguatan sektor pangan di Bojonegoro.

“Terima kasih atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan kami bangga mendampingi Bapak Bupati di dalam menjalankan program-program yang ada di Kabupaten Bojonegoro,” kata Nurul.

Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro Bachtiar Febrianto dalam sambutannya turut menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari agenda pembangunan yang lebih luas. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan besarnya produksi, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan, kesejahteraan, hingga masa depan masyarakat.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi mencakup kehidupan, kesejahteraan, dan masa depan bangsa bahkan manusia,” ujarnya.

Bachtiar juga menyebut Bojonegoro telah mencatat lompatan dalam produksi beras di Jawa Timur. Menurut dia, Bojonegoro yang sebelumnya berada di posisi keempat produksi beras Jawa Timur kini disebut telah berada di peringkat kedua.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Radar Bojonegoro Award 2026 yang melibatkan 70 nominator dalam tujuh kategori. Selain kategori ketahanan pangan inspiratif, penghargaan juga mencakup Legislator Inspiratif, Perempuan Inspiratif, Publik Figur Inspiratif, Pendidikan Inspiratif, Kesehatan Inspiratif, serta Pengusaha dan Perusahaan Inspiratif.

Rangkaian penghargaan itu pada akhirnya tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian para penerima. Pesan utama yang disampaikan dalam malam penganugerahan adalah bahwa setiap penghargaan membawa konsekuensi berupa tanggung jawab untuk mempertahankan sekaligus memperluas manfaat yang telah dihasilkan.

“Penghargaan bukan akhir dari sebuah prestasi, tapi penghargaan adalah awal tanggung jawab yang lebih besar,” demikian pesan yang disampaikan dalam penutupan malam anugerah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *