NGAWI – Ketersediaan beras di Kabupaten Ngawi masih dalam kondisi terkendali. Satgas Pangan Polres Ngawi bersama instansi terkait terus memantau pergerakan harga, stok, keamanan, serta mutu beras di tingkat pedagang maupun produsen guna memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
Pemantauan dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Toko Abadi Makmur di Pasar Walikukun, Kecamatan Widodaren, serta produsen beras PT Surya Pangan Semesta (SPS) Ngawi.
Di tingkat pedagang, tim memeriksa langsung harga dan ketersediaan beras premium serta beras SPHP. Dari hasil pengecekan di Toko Abadi Makmur, beras premium merek Sego Awi dijual dengan harga Rp14.900 per kilogram dengan persediaan sekitar 65 kilogram.
Sementara itu, beras SPHP dijual Rp58.000 untuk kemasan lima kilogram. Stok yang tersedia di toko tersebut mencapai sekitar 170 kilogram.
Pemantauan kemudian dilanjutkan ke PT SPS Ngawi untuk melihat kondisi pasokan dari sisi produsen. Perusahaan tersebut memproduksi sejumlah merek beras premium, di antaranya Lahap dan Sedap Wangi, yang dipasarkan melalui jaringan ritel modern di berbagai wilayah Jawa Timur serta sejumlah pusat perbelanjaan.
Di tingkat produksi, PT SPS tengah melakukan penyesuaian kapasitas akibat mulai menipisnya bahan baku gabah setelah berakhirnya masa panen. Perusahaan menyebut harga gabah yang masih dapat diterima untuk menjaga keberlangsungan produksi berada pada kisaran Rp8.200 hingga Rp8.300 per kilogram.
Meski pasokan bahan baku mengalami penyesuaian, permintaan terhadap beras premium masih tergolong tinggi. PT SPS saat ini mampu memproduksi sekitar 100 ton beras per hari, dengan hasil produksi langsung disalurkan ke pasar.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Pras Ardinata, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan pengawasan dilakukan secara terpadu bersama instansi terkait untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan harga di pasaran.
“Kami terus melakukan monitoring di tingkat produsen, pasar tradisional, maupun ritel untuk memastikan ketersediaan beras dan mencegah terjadinya kelangkaan. Pedagang juga kami imbau untuk menjual beras sesuai ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar AKP Pras.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi harga beras di Kabupaten Ngawi secara umum masih relatif stabil. Tim tidak menemukan lonjakan harga yang signifikan, sementara ketersediaan beras premium, medium, maupun SPHP masih dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pengawasan tersebut akan dilakukan secara berkala. Selain memantau harga dan stok, Satgas Pangan juga memastikan aspek keamanan serta mutu beras yang beredar tetap memenuhi ketentuan.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan distribusi atau gejolak harga yang dapat berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Polres Ngawi hadir untuk menjaga stabilitas pangan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” kata AKP Pras, Rabu (16/9/2026).












