NGAWI – Menjelang pelaksanaan kegiatan Parluh PSHT di Madiun, Polres Ngawi terus memperkuat komunikasi dan sinergitas dengan berbagai perguruan pencak silat di wilayah Kabupaten Ngawi. Langkah tersebut ditempuh sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Upaya itu salah satunya dilakukan melalui pengamanan kegiatan lari siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun yang digelar di wilayah Kecamatan Kedunggalar, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan kenaikan tingkat siswa PSHT, dari sabuk polos menuju sabuk jambon. Selain kegiatan olahraga, agenda itu dirangkaikan dengan perkenalan dan silaturahmi antarketua ranting perguruan pencak silat se-Kecamatan Kedunggalar.
Sebanyak 195 siswa PSHT mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 140 siswa laki-laki dan 55 siswa perempuan, dengan didampingi sekitar 50 pelatih dan pendamping.
Para peserta menempuh rute lari sejauh kurang lebih lima kilometer. Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Kedunggalar bersama Koramil, Trantib Kecamatan Kedunggalar, serta PAMTER PSHT.
Di balik kegiatan olahraga dan kenaikan tingkat tersebut, pertemuan itu juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antarperguruan pencak silat. Para pengurus perguruan didorong untuk menjaga hubungan yang telah terjalin serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam setiap kegiatan.
Kapolsek Kedunggalar AKP Karno, S.H., yang juga menjadi koordinator sekaligus Ketua Paguyuban Pencak Silat Kecamatan Kedunggalar, mengajak seluruh ketua ranting, pengurus, pelatih, pendamping, dan siswa untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.
Menurutnya, keberadaan berbagai perguruan pencak silat di tengah masyarakat bukan menjadi penghalang untuk membangun komunikasi. Sebaliknya, perbedaan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan.
“Perbedaan perguruan bukan menjadi penghalang untuk menjalin komunikasi dan kebersamaan. Mari kita jaga hubungan yang sudah terbangun, saling menghormati dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif, terlebih menjelang kegiatan Parluh PSHT di Madiun,” ujar AKP Karno saat dikonfirmasi media, Rabu (16/9/2026).
Ia menjelaskan, Paguyuban Pencak Silat Kecamatan Kedunggalar memiliki peran penting sebagai ruang komunikasi bersama bagi berbagai perguruan. Komunikasi yang terbangun secara konsisten dinilai dapat membantu mencegah kesalahpahaman maupun potensi gesekan ketika masing-masing perguruan menjalankan kegiatan.
“Dengan komunikasi yang baik, setiap kegiatan dapat berjalan tertib dan aman. Kami mengajak seluruh perguruan untuk bersama-sama menjaga nama baik pencak silat serta keamanan wilayah,” tegasnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan serta keterlibatan berbagai unsur di lapangan menunjukkan bahwa koordinasi lintas lembaga dan komunikasi antarperguruan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kedunggalar.
Menjelang pelaksanaan Parluh PSHT di Madiun, sinergitas tersebut diharapkan terus dipelihara. Bukan hanya untuk memastikan setiap kegiatan berlangsung tertib, tetapi juga untuk membangun ruang kebersamaan antarkomunitas pencak silat sehingga Kedunggalar tetap menjadi wilayah yang aman, guyub, dan kondusif.












