SRAGEN – Semangat gotong royong warga Dukuh Sapen, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, mendapat dukungan langsung dari jajaran TNI. Babinsa Desa Tanggan Koramil 12/Gesi, Serda Ali Sumanto, bersama anggota Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen, turun langsung membantu masyarakat dalam pembangunan talud, Rabu (16/9/2026).
Sejak pagi, warga bergotong royong mengerjakan pembangunan talud yang berada di lingkungan Dukuh Sapen. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan membuat pekerjaan berlangsung dalam suasana kebersamaan. Prajurit TNI dan masyarakat berbaur mengerjakan pekerjaan fisik sekaligus menjaga komunikasi yang selama ini telah terjalin di wilayah binaan.
Bagi masyarakat, pembangunan talud bukan sekadar pekerjaan infrastruktur lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kondisi lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian antarwarga.
Serda Ali Sumanto mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam karya bakti merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, kedekatan dengan warga perlu dibangun melalui komunikasi dan keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan di lingkungan.
“Melalui karya bakti seperti ini, kami ingin terus menjaga silaturahmi dan kebersamaan dengan masyarakat. Apa yang bisa kami bantu akan kami lakukan bersama warga,” ujar Serda Ali.
Menurutnya, semangat gotong royong merupakan modal sosial yang penting dalam mendukung pembangunan di tingkat lingkungan. Ketika masyarakat terlibat secara bersama-sama, pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih ringan sekaligus menciptakan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Di sela kegiatan, Babinsa juga mengingatkan warga agar memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan selama proses pengerjaan. Setiap pekerjaan diharapkan dilakukan secara tertib sehingga kegiatan berjalan lancar tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat maupun anggota yang terlibat.
“Kami memberikan dukungan dan semangat agar masyarakat tetap kompak. Yang penting bekerja dengan aman, nyaman dan saling membantu,” katanya.
Pembangunan talud yang dilakukan secara swadaya dan gotong royong tersebut sekaligus mencerminkan kepedulian warga terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan kebutuhan lingkungan secara bersama-sama.
Serda Ali menilai budaya gotong royong perlu terus dipertahankan. Di tengah berbagai perubahan kehidupan masyarakat, semangat saling membantu menjadi salah satu kekuatan yang dapat menjaga hubungan sosial sekaligus mendorong masyarakat lebih aktif dalam menyelesaikan persoalan di lingkungannya.
Bagi Babinsa, kehadiran di tengah masyarakat bukan semata menjalankan tugas kewilayahan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan memahami kebutuhan warga secara langsung.
Kegiatan di Dukuh Sapen itu pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Warga menyambut positif keterlibatan Babinsa dan anggota Koramil 12/Gesi. Dukungan tersebut dinilai menambah semangat masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan talud secara bersama-sama.
Gotong royong akhirnya bukan hanya mempercepat pekerjaan fisik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memperkuat rasa kebersamaan antara masyarakat dan aparat kewilayahan, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan lingkungan dapat tumbuh dari kepedulian, partisipasi, dan kerja bersama.












