BOYOLALI – Upaya menjaga kelestarian kawasan hutan Gunung Merbabu kembali mendapat perhatian. Kodim 0724/Boyolali menanam 1.000 pohon endemik Merbabu di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro Tahun 2026. Namun, lebih dari sekadar agenda peringatan, penanaman pohon itu menjadi bagian dari komitmen TNI dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kawasan hutan.
Tiga jenis tanaman yang ditanam, yakni wilodo, tengsek, dan kayu kampung, dipilih karena merupakan tanaman yang tumbuh di kawasan Merbabu. Penanaman jenis tanaman yang sesuai dengan karakter ekologis setempat diharapkan dapat mendukung keberlangsungan ekosistem hutan secara alami.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, komunitas pencinta alam, pelajar SMA dan SMK, hingga masyarakat di sekitar kawasan.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian hutan tidak dapat dibebankan kepada satu institusi. Perlindungan kawasan Merbabu membutuhkan kerja bersama, terutama karena hutan memiliki fungsi ekologis yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin mengatakan, penanaman pohon tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, aksi penghijauan merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan sekaligus sarana memperkuat sinergi dengan pemerintah, instansi terkait, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap lingkungan. Kami bangga dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung peningkatan kualitas udara di wilayah Kabupaten Boyolali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hutan mempunyai posisi penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Selain berfungsi menyerap karbon dan membantu mempertahankan kualitas udara, kawasan hutan juga berperan dalam menjaga ketersediaan sumber air serta mengurangi risiko erosi dan kerusakan lingkungan.
Karena itu, keberadaan pohon tidak hanya dinilai dari manfaatnya bagi lingkungan pada saat ini. Dalam jangka panjang, pertumbuhan vegetasi akan menjadi bagian dari sistem ekologis yang menopang kehidupan masyarakat, termasuk menjaga fungsi kawasan pegunungan sebagai daerah tangkapan air.
Penanaman di kawasan Merbabu juga diarahkan untuk membangun kesadaran generasi muda. Keterlibatan pelajar dan komunitas pencinta alam menjadi bagian penting dalam memperkenalkan bahwa menjaga hutan bukan hanya persoalan konservasi, melainkan investasi ekologis yang manfaatnya akan dirasakan lintas generasi.
Di tengah tekanan terhadap lingkungan dan perubahan kondisi alam, keberadaan hutan menjadi semakin penting. Setiap pohon yang tumbuh membawa fungsi ekologisnya sendiri, mulai dari membantu menjaga tanah, menyimpan air, menyediakan habitat bagi berbagai organisme, hingga berkontribusi terhadap kualitas udara.
Melalui penanaman 1.000 pohon tersebut, Kodim 0724/Boyolali berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari. Gerakan penghijauan diharapkan berkembang menjadi kebiasaan dan kesadaran kolektif yang terus dipelihara oleh masyarakat.
Sebab, menanam pohon pada hari ini bukan semata-mata tentang menambah jumlah vegetasi di kawasan hutan. Lebih jauh, kegiatan itu merupakan upaya menyiapkan lingkungan yang lebih sehat, sumber air yang tetap terjaga, serta ruang hidup yang lestari bagi generasi yang akan datang.
Di lereng Merbabu, seribu pohon itu pun ditanam sebagai simbol sederhana namun bermakna: bahwa menjaga alam adalah pekerjaan hari ini untuk kehidupan yang mungkin baru sepenuhnya dirasakan oleh generasi esok.












