Wonogiri — Upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian terus dilakukan melalui penguatan komunikasi serta kolaborasi antarpemangku kepentingan. Hal tersebut tercermin dalam pertemuan rutin Kelompok Tani Margo Mulyo yang berlangsung di Ngroto Kulon, Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang digelar di kediaman Kasno tersebut dihadiri sekitar 100 anggota kelompok tani. Pertemuan juga melibatkan berbagai unsur pendukung pembangunan pertanian, mulai dari aparat kewilayahan, pemerintah kelurahan, hingga tenaga penyuluh pertanian yang selama ini berperan aktif mendampingi petani di lapangan.
Dari unsur TNI, hadir anggota Koramil 21/Bulukerto Kodim 0728/Wonogiri, Pelda Budi Sumariyanto dan Serka Heri Santoso. Sementara itu, Kelurahan Bulukerto diwakili oleh Kasto, S.E., bersama dua staf kelurahan. Hadir pula Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bulukerto, Sukoyo, didampingi seorang tenaga pendamping pertanian.
Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo, Parmo, menjelaskan bahwa pertemuan rutin yang diselenggarakan secara berkala tersebut memiliki peran penting sebagai ruang komunikasi sekaligus sarana evaluasi berbagai program pertanian yang sedang berjalan. Selain membahas kebutuhan dan tantangan yang dihadapi petani, forum tersebut juga menjadi wadah mempererat solidaritas antaranggota kelompok.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan petani dalam mengelola lahan, tetapi juga oleh kuatnya kerja sama antara petani dengan berbagai pihak yang memberikan dukungan teknis maupun kebijakan.
Suasana pertemuan berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif para peserta. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan pertanian, peningkatan hasil panen, hingga kebutuhan pendampingan teknis menjadi bagian dari pembahasan yang mendapatkan perhatian bersama.
Dalam kesempatan itu, Kasto, S.E., menekankan pentingnya menjaga kekompakan kelompok tani sebagai salah satu fondasi utama dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Ia menilai kelompok tani memiliki posisi strategis dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
“Kelompok tani memiliki peran strategis dalam menjaga produktivitas pertanian. Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang baik seperti ini terus terjalin sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Bulukerto, Sukoyo, mengingatkan para petani agar terus terbuka terhadap perkembangan teknologi dan inovasi di bidang pertanian. Menurutnya, perubahan iklim, dinamika pasar, serta tantangan produksi menuntut petani untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan adaptasi.
Ia menegaskan bahwa pertemuan rutin kelompok tani menjadi media yang efektif untuk menyampaikan berbagai informasi, teknologi budidaya terbaru, hingga program pendampingan yang dapat dimanfaatkan petani guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
“Melalui pertemuan rutin seperti ini, kami dapat menyampaikan berbagai inovasi dan pendampingan kepada petani. Harapannya, hasil pertanian semakin meningkat dan mampu menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” katanya.
Kehadiran aparat TNI dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung sektor pertanian sebagai bagian penting dari ketahanan wilayah. Sinergi antara petani, pemerintah, penyuluh pertanian, dan aparat teritorial dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan itu tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk membangun kesepahaman, memperkuat koordinasi, serta menyatukan langkah seluruh elemen terkait dalam mendorong kemajuan pertanian di Bulukerto.
Melalui kolaborasi yang terus terjalin, Kelompok Tani Margo Mulyo diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di tingkat lokal sekaligus berkontribusi terhadap upaya mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, produktif, dan berkelanjutan di Kabupaten Wonogiri.












