Sragen – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali menunjukkan perannya sebagai fondasi pembangunan di tingkat desa. Di Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, warga bersama Babinsa setempat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan pengecoran jalan desa yang menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut melibatkan puluhan warga yang secara sukarela turun ke lapangan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur lingkungan. Di tengah aktivitas pengecoran, Babinsa Desa Jurangjero dari Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen, Serma Eko Budi, tampak aktif bergabung bersama masyarakat, mengangkut material, meratakan adukan semen, hingga memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Kehadiran aparat teritorial di tengah masyarakat tidak hanya menjadi simbol kedekatan TNI dengan rakyat, tetapi juga mencerminkan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui keterlibatan langsung tersebut, proses pembangunan dapat berlangsung lebih efektif sekaligus memperkuat hubungan sosial antara aparat dan masyarakat.
Jalan yang tengah dicor merupakan salah satu akses strategis yang digunakan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas sosial. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan distribusi hasil pertanian dan kegiatan usaha masyarakat dapat berjalan lebih lancar, sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi desa.
Serma Eko Budi menegaskan bahwa keterlibatan dirinya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Pengecoran jalan ini merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Sebagai Babinsa, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan dukungan, motivasi, serta membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan yang ada di wilayah binaan. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dijaga karena menjadi kekuatan utama dalam membangun desa,” ujarnya.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan menjadi modal sosial yang sangat berharga. Selain mempercepat penyelesaian pekerjaan, gotong royong juga memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang telah dicapai bersama.
Apresiasi terhadap peran Babinsa juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Desa Jurangjero, Iswanto. Ia menilai kehadiran Serma Eko Budi selama ini telah memberikan kontribusi positif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan dedikasi Bapak Serma Eko Budi. Beliau selalu hadir mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan, baik pembangunan maupun kegiatan sosial lainnya. Kehadiran beliau memberikan motivasi dan semangat bagi warga untuk terus menjaga kekompakan serta kebersamaan,” kata Iswanto.
Kegiatan pengecoran jalan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan aparat kewilayahan mampu menghasilkan pembangunan yang bermanfaat secara langsung bagi warga. Di tengah tantangan pembangunan pedesaan, semangat gotong royong yang terus terpelihara menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kerja bakti di Desa Jurangjero mencerminkan nilai-nilai kebersamaan yang tetap hidup di tengah masyarakat. Nilai inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI dan rakyat sebagai mitra strategis dalam membangun bangsa dari tingkat desa.












