Kemanunggalan TNI dan Rakyat Menguat Lewat Pembangunan Talud di Selo

  • Bagikan
IMG 20260522 WA0086

BOYOLALI — Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama masyarakat di wilayah lereng Gunung Merapi. Di tengah ancaman longsor yang kerap menghantui saat musim penghujan, warga Dukuh Gajihan, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, bersama aparat TNI bahu-membahu membangun talud penahan tanah demi menjaga keselamatan lingkungan dan pemukiman warga.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (22/05/2026) dengan melibatkan Babinsa Koramil 07/Selo Kodim 0724/Boyolali, Serma Maryono, yang turun langsung ke lapangan mendampingi warga dalam proses pembangunan talud sepanjang 80 meter.

Sejak pagi hari, suasana kebersamaan tampak begitu kuat. Warga bersama Babinsa memulai pekerjaan dengan menggali tanah sebagai pondasi utama konstruksi. Tahapan ini dilakukan secara teliti guna memastikan bangunan talud memiliki daya tahan yang kuat terhadap tekanan tanah maupun aliran air ketika intensitas hujan meningkat.

Di sela kegiatan, Serma Maryono menegaskan bahwa pembangunan pondasi menjadi bagian paling penting dalam proses tersebut. Menurutnya, kualitas pondasi akan menentukan ketahanan talud dalam mencegah terjadinya longsor di kawasan yang memiliki kontur tanah labil.

Pembuatan pondasi dilakukan secara maksimal supaya ketahanan talud lebih kokoh, terutama untuk mengantisipasi longsor saat musim penghujan,” ujarnya.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menghadirkan motivasi dan rasa kebersamaan bagi warga. Hubungan yang terjalin antara aparat teritorial dan masyarakat terlihat harmonis, mencerminkan kuatnya sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus membangun fasilitas penunjang keselamatan desa.

Bagi masyarakat setempat, pembangunan talud tersebut memiliki arti penting. Selain berfungsi menahan pergerakan tanah, keberadaan talud diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga yang selama ini hidup berdampingan dengan potensi bencana alam di kawasan perbukitan.

Sementara itu, Danramil 07/Selo Kodim 0724/Boyolali Kapten Inf Wahid menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari tugas kewilayahan TNI AD yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Menurutnya, Babinsa dituntut untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memahami kondisi wilayah binaan, sekaligus cepat merespons berbagai potensi persoalan yang dapat mengganggu keselamatan maupun ketertiban masyarakat.

Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, mampu melaksanakan cegah dini, temu cepat, dan lapor cepat terhadap setiap perkembangan wilayah,” jelasnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi modal sosial penting dalam memperkuat ketahanan wilayah. Kehadiran TNI, lanjutnya, diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat negara dan masyarakat.

Dengan kebersamaan dan gotong royong seperti ini, hubungan antara TNI dan masyarakat akan semakin kuat,” pungkas Kapten Inf Wahid.

Di tengah dinamika kehidupan pedesaan yang terus berkembang, kegiatan sederhana seperti pembangunan talud tersebut menjadi gambaran nyata bahwa budaya gotong royong masih hidup dan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *