BOYOLALI — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali ditegaskan melalui penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 Kodim 0724/Boyolali yang berlangsung di Lapangan Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan penutupan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Boyolali, unsur TNI-Polri, perangkat daerah, tokoh masyarakat, hingga warga setempat yang selama satu bulan terakhir terlibat langsung dalam pelaksanaan program tersebut.
Upacara dipimpin Komandan Kodim 0724/Boyolali, Dhanu Anggoro Asmoro, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro, Achiruddin Darojat.
Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa TMMD Tahun 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”, sebuah tema yang mencerminkan pentingnya desa sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Menurutnya, pembangunan di wilayah pedesaan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan kebersamaan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi elemen penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan.
TMMD merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” demikian amanat yang dibacakan dalam upacara tersebut.
Selama pelaksanaan program yang berlangsung selama satu bulan, sejumlah sasaran fisik berhasil diselesaikan. Di antaranya pembangunan dan perbaikan jalan desa, rehabilitasi jembatan, pembangunan saluran air, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pembangunan fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat setempat.

Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Beragam penyuluhan dan sosialisasi digelar, mulai dari wawasan kebangsaan, kesehatan masyarakat, hingga edukasi ketahanan pangan dan pelayanan sosial.
Selain itu, program unggulan TNI AD turut diwujudkan melalui pembangunan jambanisasi, penyediaan sarana air bersih, penghijauan lingkungan, serta kegiatan pembersihan fasilitas umum dan kawasan permukiman warga.
Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD di Boyolali. Warga bersama personel TNI terlihat bergotong royong menyelesaikan berbagai pekerjaan pembangunan, menciptakan suasana kebersamaan yang mempererat hubungan antara aparat negara dan masyarakat desa.
Pangdam IV/Diponegoro dalam amanatnya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga yang turut mendukung kelancaran program tersebut.
Berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 diharapkan tidak menjadi akhir dari semangat kolaborasi yang telah terbangun. Seluruh hasil pembangunan diminta untuk dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Lebih dari sekadar program pembangunan, TMMD kembali menunjukkan bahwa sinergi antara TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan penting dalam memperkuat ketahanan sosial sekaligus mendorong percepatan pembangunan dari wilayah pedesaan menuju kesejahteraan yang merata.












