Jalan Cor TMMD di Sragen Resmi Dibuka, Kasdam IV/Diponegoro Sebut Jadi Simbol Harapan Baru Warga Desa

  • Bagikan
IMG 20260521 WA0230(1)

SRAGEN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 yang dilaksanakan Kodim Sragen kembali menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat pedesaan. Sebuah jalan cor beton di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, resmi dibuka untuk umum pada Kamis (21/5/2026), menandai selesainya pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga setempat.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Mohammad Andhy Kusuma, didampingi Danrem 074/Warastratama, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga Desa Puro yang turut menyaksikan momen tersebut dengan penuh antusiasme.

Suasana haru dan kebanggaan tampak menyelimuti lokasi kegiatan. Jalan yang sebelumnya dikenal licin, berlumpur, dan sulit dilalui saat musim hujan, kini berubah menjadi akses cor beton yang kokoh dan representatif. Infrastruktur baru tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Mohammad Andhy Kusuma menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, melainkan juga menjadi bagian dari upaya membangun masa depan masyarakat melalui pemerataan infrastruktur.

Jalan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah. Lebih dari itu, jalan ini adalah jalan harapan bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi, pendidikan, serta kesejahteraan hidup mereka,” ujar Kasdam IV/Diponegoro di hadapan warga.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah masyarakat yang selama bertahun-tahun merasakan keterbatasan akses transportasi. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dibukanya jalan untuk aktivitas umum.

Keceriaan juga terlihat dari anak-anak desa yang antusias menyambut kendaraan pertama yang melintasi jalan baru tersebut. Bagi warga, keberadaan jalan cor itu menjadi perubahan besar yang akan mempermudah aktivitas harian, termasuk akses menuju sekolah, lahan pertanian, hingga distribusi hasil panen.

Para petani mengaku pembangunan jalan tersebut membawa harapan baru bagi peningkatan pendapatan mereka. Selama ini, kondisi jalan yang rusak kerap menghambat proses pengangkutan hasil pertanian, terutama ketika musim hujan tiba.

Dulu kalau hujan jalannya becek dan sulit dilewati. Sekarang sudah bagus sekali, anak-anak sekolah lebih mudah berangkat dan petani juga lebih cepat membawa hasil panen,” ujar salah satu warga dengan mata berkaca-kaca.

Program TMMD Reguler ke-128 Kodim Sragen sendiri menjadi gambaran kuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, prajurit TNI hidup berdampingan bersama warga, bergotong royong menyelesaikan berbagai pembangunan fisik maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kebersamaan itu tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat desa.

Keberadaan jalan cor di Desa Puro kini menjadi simbol nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Di balik bentangan beton yang kini mempermudah kehidupan warga, tersimpan semangat pengabdian, gotong royong, dan dedikasi tanpa pamrih demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Penutupan rangkaian TMMD Reguler ke-128 di Sragen pun berlangsung dengan penuh makna. Bukan sekadar menyelesaikan proyek pembangunan, program tersebut meninggalkan warisan sosial berupa optimisme dan harapan baru bagi masyarakat.

TMMD bukan hanya membangun jalan penghubung antardesa, melainkan juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *