Canda Hangat di Tengah Pengecoran, Dansatgas TMMD Apresiasi Soliditas Satgas dan Warga

  • Bagikan
IMG 20260513 WA0003

Sragen — Suara mesin molen yang terus berputar dan hamparan debu di lokasi pengecoran jalan tak mampu meredam hangatnya kebersamaan antara personel TNI dan masyarakat dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen. Di tengah padatnya aktivitas pembangunan, suasana penuh keakraban justru tampak menghiasi lokasi pekerjaan di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Rabu (13/5/2026).

Pada waktu istirahat siang, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Kodim 0725/Sragen, Letkol Inf Dindin Rohidin, S.I.P., terlihat duduk bersama anggota Satgas dan warga di pinggir lokasi pengecoran jalan. Tanpa sekat jabatan maupun status sosial, mereka berbincang santai, saling bercanda, dan menikmati suasana kebersamaan setelah bekerja keras menyelesaikan sasaran fisik program TMMD.

Momen sederhana tersebut menjadi potret nyata eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat yang terbangun selama pelaksanaan TMMD. Kebersamaan yang tercipta tidak hanya terlihat saat proses pengerjaan berlangsung, tetapi juga tumbuh dalam interaksi sehari-hari yang penuh rasa kekeluargaan.

Di hadapan anggota Satgas dan masyarakat, Letkol Inf Dindin Rohidin menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong yang terus terjaga selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, keberhasilan program TMMD bukan semata ditentukan oleh kekuatan personel TNI, melainkan juga oleh keterlibatan aktif masyarakat yang turut hadir membantu setiap tahapan pekerjaan di lapangan.

Soliditas dan kekompakan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD. Ketika TNI dan rakyat bekerja bersama, seluruh tantangan dapat diselesaikan dengan lebih ringan dan cepat. TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya.

Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen sendiri terus menunjukkan progres signifikan, khususnya pada sasaran pengecoran jalan yang diharapkan mampu meningkatkan akses mobilitas masyarakat dan mendukung aktivitas perekonomian warga desa. Kehadiran program tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan wilayah pedesaan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui budaya gotong royong.

Di balik pekerjaan fisik yang menguras tenaga, suasana penuh canda dan keakraban di lokasi TMMD menjadi energi tersendiri bagi seluruh pihak yang terlibat. Kebersamaan yang lahir dari kerja kolektif itu mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat, sebuah nilai yang terus dijaga dan tumbuh di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Bagi warga, TMMD bukan sekadar program pembangunan jalan atau infrastruktur desa. Lebih dari itu, kehadiran para prajurit di tengah masyarakat menghadirkan rasa kedekatan, kepedulian, dan semangat persatuan yang memperkuat ikatan sosial antarwarga. Dalam suasana sederhana di pinggir lokasi pengecoran itulah, nilai kebersamaan dan pengabdian menemukan maknanya yang paling nyata.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *