BOJONEGORO — Upaya memperkuat pengawasan dan menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bojonegoro melalui apel bersama, pembacaan ikrar integritas, serta razia gabungan yang melibatkan aparat Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan” tersebut menjadi bagian dari langkah serius dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan terbebas dari berbagai bentuk pelanggaran hukum.
Apel bersama berlangsung dengan penuh disiplin dan diikuti seluruh jajaran petugas pemasyarakatan, personel TNI-Polri, serta unsur pengamanan lainnya. Dalam kesempatan itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP) Muhammad Setiawan memimpin langsung pembacaan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen menjaga integritas institusi.
Ikrar tersebut menegaskan tekad seluruh petugas untuk memperketat pengawasan sekaligus mencegah masuk dan beredarnya handphone ilegal, narkotika, maupun praktik penipuan yang berpotensi dilakukan dari dalam lapas.
Setelah apel selesai, petugas gabungan bergerak melakukan penggeledahan di sejumlah kamar hunian warga binaan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh namun tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional.
Dari hasil razia, petugas memastikan tidak ditemukan handphone ilegal maupun narkoba di dalam blok hunian warga binaan. Meski demikian, sejumlah barang yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban berhasil diamankan.

Barang-barang tersebut antara lain pecahan kaca, paku yang telah diruncingkan, sendok berbahan stainless, serta beberapa benda lain yang dinilai tidak layak berada di area hunian. Seluruh barang temuan kemudian diamankan untuk proses pendataan dan pemusnahan sesuai prosedur yang berlaku.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat sistem pengamanan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Apel, ikrar bersama, dan razia gabungan ini menjadi bukti keseriusan kami dalam menciptakan Lapas Bojonegoro yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan TNI dan Polri yang dinilai terus memberikan dukungan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
Menurutnya, pengawasan terpadu seperti ini akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh area pemasyarakatan tetap berada dalam kondisi aman, kondusif, dan bebas dari pelanggaran.
Melalui sinergi lintas institusi tersebut, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bojonegoro berupaya memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan berintegritas.












