Sinergi Babinsa dan Warga, Bank Sampah Joyotakan Dorong Kesadaran Lingkungan dan Nilai Ekonomi

  • Bagikan
IMG 20260503 WA0008

Surakarta – Peran aktif aparat teritorial kembali terlihat dalam penguatan kesadaran lingkungan di tingkat masyarakat. Babinsa Joyotakan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serka Sudiyono, bersama unsur Linmas melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan warga dalam kegiatan pengolahan bank sampah di kawasan Jalan Kahayan RT 05 RW 05, Joyotakan, Kecamatan Serengan, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan langsung warga setempat, termasuk Parjo, salah satu pekerja bank sampah, yang secara rutin melakukan pemilahan sampah. Proses ini menjadi tahapan penting dalam pengelolaan limbah berbasis masyarakat, di mana sampah dipisahkan antara organik dan non-organik sebelum dilakukan penimbangan.

Bank sampah di wilayah Joyotakan tidak sekadar menjadi tempat pengumpulan limbah, melainkan berkembang sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Melalui sistem ini, warga tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari hasil pengelolaan sampah yang memiliki nilai jual.

Dalam keterangannya, Serka Sudiyono menegaskan bahwa keberadaan bank sampah memiliki dampak strategis, baik dari sisi lingkungan maupun kesejahteraan warga. Menurutnya, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang bijak dan berkelanjutan.

Kegiatan bank sampah sangat positif. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keterlibatan Babinsa merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung program-program pembangunan berbasis masyarakat, khususnya di bidang kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Kehadiran aparat di tengah aktivitas warga ini sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan berdaya guna. Dengan pola pengelolaan yang konsisten, bank sampah diharapkan menjadi model edukasi lingkungan yang berkelanjutan serta mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah.

Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan limbah perkotaan, inisiatif seperti ini menjadi langkah konkret yang tidak hanya menyentuh aspek ekologis, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi warga secara kolektif.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *